Alex Fiorio, Mantan Runner-up WRC dan Juara Dunia Grup N, Meninggal Dunia

Spread the love
alex-fiorio-meninggal-dunia-legenda-wrc
alex-fiorio-meninggal-dunia-legenda-wrc

Oleh Fiky

Dunia reli internasional berduka. Alex Fiorio, mantan runner-up Kejuaraan Reli Dunia (WRC) sekaligus juara dunia perdana kelas Grup N, tutup usia pada 61 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker. Kabar duka ini turut disampaikan oleh pihak penyelenggara Kejuaraan Reli Dunia FIA.

Pereli Italia yang Besar di Era Kejayaan Lancia

Fiorio dikenal sebagai salah satu pembalap reli Italia terbaik pada zamannya. Namanya mencuat di jajaran elite WRC sepanjang periode kejayaan Lancia di penghujung dekade 1980-an. Ia menutup musim 1988 di posisi ketiga klasemen pembalap, sebelum tampil lebih baik lagi setahun berikutnya dengan finis sebagai runner-up di bawah Miki Biasion.

Putra Bos Tim Lancia yang Membangun Nama Sendiri

Lahir pada 10 Maret 1965, Alex merupakan putra dari Cesare Fiorio, sosok legendaris yang pernah memimpin tim Lancia dan belakangan menjabat direktur olahraga tim Formula 1 Ferrari. Meski lahir dari lingkungan balap ternama, Alex membangun reputasinya sendiri di balik kemudi. Debutnya di ajang WRC terjadi pada 1986 bersama tim Jolly Club di Reli Monte-Carlo, menggunakan Fiat Uno Turbo.

Gelar Juara Dunia Grup N Perdana

Momen penting dalam kariernya datang setahun kemudian. Berpasangan dengan co-driver Luigi Pirollo dan mengendarai Lancia Delta HF 4WD di kelas Grup N, Fiorio berhasil merebut gelar juara dunia FIA Grup N yang pertama kali digelar. Musim itu juga menjadi awal perolehan poin WRC-nya, ditandai dengan finis di posisi tujuh pada Reli Sanremo.

Bersaing di Papan Atas Bersama Lancia Delta Integrale

Beralih ke Lancia Delta Integrale pada 1988, Fiorio langsung menunjukkan kualitasnya untuk bersaing di papan atas klasemen. Ia finis kedua pada reli pembuka musim di Monte-Carlo, dan mengulangi capaian serupa di Portugal, Reli Olympus (Amerika Serikat), serta Sanremo yang merupakan reli kandangnya sendiri. Podium ketiga di Reli Acropolis melengkapi rangkaian hasil positifnya, mengantarkannya finis ketiga di klasemen akhir musim itu, di bawah Biasion dan Markku Alen.

Performa impresifnya berlanjut pada 1989. Podium di Portugal dan Yunani disusul posisi runner-up di Argentina dan Sanremo, di mana ia hanya kalah lima detik dari Biasion. Rentetan hasil tersebut membawanya finis di posisi kedua klasemen pembalap musim itu, mengungguli Juha Kankkunen yang kelak menjadi juara dunia tiga kali.

Podium Terakhir dan Perjalanan Karier Selanjutnya

Podium terakhirnya di level kejuaraan dunia diraih pada Reli Australia 1990, ketika ia finis ketiga. Hasil itu menjadi podium ke-10 sepanjang kariernya di WRC, seluruhnya diraih bersama mobil-mobil Lancia.

Setelah tak lagi bersama Lancia, Fiorio tetap aktif berkompetisi di kancah internasional menggunakan berbagai merek mobil, termasuk Ford dan Mitsubishi, serta beberapa unit Lancia yang dikendarai secara independen. Pada 2002, ia kembali tampil di ajang Kejuaraan Reli Dunia Produksi, meraih kemenangan di kelasnya pada Reli Finlandia bersama Mitsubishi Lancer Evolution VII dan menutup musim di posisi kelima klasemen.

Warisan yang Ditinggalkan

Di luar arena balap, Fiorio tetap dekat dengan dunia motorsport dan reli sepanjang hidupnya. Belakangan ia aktif membagikan ilmunya sebagai instruktur sekaligus turut menjaga warisan olahraga reli lewat berbagai kegiatan, termasuk ajang Fiorio Cup di Italia.

Alex Fiorio meninggalkan jejak yang panjang di Kejuaraan Reli Dunia: gelar juara dunia Grup N, dua musim berturut-turut finis di tiga besar klasemen pembalap, serta 10 kali naik podium sepanjang salah satu era paling bersinar dalam sejarah olahraga reli.

Sumber: WRC.com (diolah kembali oleh redaksi)

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *