|

Jalan-Jalan ke Fushimi Inari Taisha, Kuil Seribu Gerbang Torii di Kyoto yang Bikin Takjub

Spread the love
Deretan gerbang Senbon Torii merah di Fushimi Inari Taisha Kyoto
Dok Folksnews.id-Deretan gerbang Senbon Torii merah di Fushimi Inari Taisha Kyoto

Fiky | Folksnews.id

Fushimi Inari Taisha jadi salah satu destinasi wajib kalau berkunjung ke Kyoto, Jepang. Kuil Shinto ini terkenal berkat deretan ribuan gerbang torii berwarna merah menyala yang membentuk jalur pendakian panjang di kaki Gunung Inari. Pemandangannya begitu ikonik, sampai-sampai jadi salah satu spot foto paling diburu wisatawan dari seluruh dunia.

Sejarah Panjang di Balik Fushimi Inari Taisha

Wisatawan berjalan di jalur Senbon Torii Fushimi Inari Kyoto
Wisatawan berjalan di jalur Senbon Torii Fushimi Inari Kyoto

Fushimi Inari Taisha pertama kali didirikan pada tahun 711, jauh sebelum Kyoto menjadi ibu kota Jepang pada tahun 794. Kuil ini didedikasikan untuk Dewa Inari, dewa padi, pertanian, dan kemakmuran dalam kepercayaan Shinto. Karena itu, banyak pelaku usaha datang ke sini untuk berdoa agar bisnisnya lancar. Bangunan yang berdiri sekarang bukan lagi bangunan asli. Kuil ini pernah hancur akibat Perang Onin, lalu direnovasi pada 1499 dengan desain yang tetap mengikuti bentuk aslinya. Selain itu, dari tahun 1871 hingga 1946, Fushimi Inari Taisha sempat berstatus Kanpei-Taisha, yakni kuil yang didukung langsung oleh pemerintah Jepang. Status ini membuat namanya makin dikenal luas.

Senbon Torii, Jalur Seribu Gerbang yang Memesona

Daya tarik utama kuil ini tentu saja Senbon Torii, alias ‘seribu gerbang’. Sepanjang jalur utama, ada sekitar 800 gerbang torii yang berjejer rapi menanjak ke puncak Gunung Inari. Tradisi menyumbang torii sudah berlangsung sejak periode Edo, sekitar abad ke-17. Sampai sekarang, gerbang-gerbang baru masih terus ditambahkan oleh para donatur sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang mereka terima.

Nama-nama penyumbang biasanya tertulis di bagian belakang setiap gerbang. Jalur pendakian menuju puncak memang cukup melelahkan, tapi rasa lelah itu terbayar oleh pemandangan Kota Kyoto dari ketinggian. Di sepanjang jalan, pengunjung juga bakal menemukan kuil-kuil kecil, altar persembahan, sampai kedai teh yang menjual camilan khas Jepang.

Kitsune, Patung Rubah Simbol Utusan Dewa Inari

Selain gerbang torii, ikon lain yang tak kalah terkenal di Fushimi Inari Taisha adalah patung rubah atau kitsune. Dalam kepercayaan Shinto, rubah dianggap sebagai utusan Dewa Inari yang menyampaikan pesan kepada manusia. Patung-patung kitsune ini biasanya digambarkan menggigit kunci gudang padi atau gulungan, yang melambangkan perlindungan atas hasil panen dan keberkahan dalam berdagang.

Patung kitsune tersebar di berbagai sudut kompleks kuil, sehingga jadi incaran lain para pemburu foto selain deretan torii merah.

Trekking Santai Sampai Puncak Gunung Inari

Bagi yang suka trekking ringan, jalur menuju puncak Gunung Inari yang berketinggian sekitar 233 meter ini layak dicoba. Perjalanan naik-turun bisa memakan waktu dua sampai tiga jam pulang-pergi, tergantung seberapa sering berhenti untuk berfoto. Meski begitu, suasana hutan yang teduh dan tenang bikin perjalanan terasa tidak membosankan.

Menariknya, Fushimi Inari Taisha buka 24 jam sehari tanpa biaya masuk sama sekali. Jalur menuju bangunan utama juga tetap diterangi lampu sepanjang malam, sehingga suasana pada malam hari terasa magis dan berbeda dibanding siang hari.

Tips Praktis Sebelum Berkunjung

Supaya kunjungan makin nyaman, datanglah pagi-pagi sekali atau menjelang sore untuk menghindari kepadatan turis. Kuil ini terletak persis di luar Stasiun Inari, jalur JR Nara, dan hanya lima menit dari Stasiun Kyoto. Selain itu, kuil ini juga bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Stasiun Fushimi-Inari di jalur Keihan.

Jangan lupa pakai sepatu yang nyaman untuk jalan kaki, bawa air minum, dan siapkan baterai kamera atau ponsel yang cukup. Pasalnya, hampir di setiap sudut kuil ini selalu ada saja spot yang sayang buat dilewatkan tanpa jepretan kamera.

Penutup

Fushimi Inari Taisha bukan sekadar kuil biasa. Tempat ini berhasil memadukan nilai spiritual, sejarah panjang, dan keindahan alam dalam satu kawasan. Tidak heran kalau kuil ini selalu masuk daftar wajib kunjung wisatawan yang datang ke Kyoto.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *