Cangkrukan Ekonomi Pancasila: Sinergi HIPMI Dorong Penguatan UMKM Kabupaten Malang Melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Reporter: Vidyaningrum AN, FolksNews.id

MALANG, FolksNews.id – Di tengah dinamika tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak lagi sekadar menjadi penyangga, melainkan tulang punggung utama perekonomian nasional. Kehadiran UMKM terbukti krusial dalam penciptaan lapangan kerja baru, pemerataan pendapatan, hingga menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat lokal.
Sebagai respons terhadap berbagai tantangan tersebut, sebuah forum dialog strategis bertajuk “Cangkrukan Ekonomi Pancasila” telah diselenggarakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, berlokasi di NK Cafe Karangploso, Malang. Forum diskusi ini mengangkat tema “Panggung UMKM Rakyat: Solusi Missing Link UU Cipta Kerja dengan Peraturan Perundangan Perpajakan UMKM”. Pertemuan ini menjadi ruang penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi konkret terkait kendala UMKM, mulai dari isu legalitas, pembiayaan, hingga sinkronisasi aturan investasi dan perpajakan.
Ekonomi Pancasila Sebagai Identitas Asli Perekonomian Indonesia
Dalam forum tersebut, Ketua Bidang Kerja Sama BPC HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kabupaten Malang, Septiawan, memberikan pandangan kritis mengenai arah pembangunan ekonomi. Ia menekankan bahwa untuk menguatkan ekonomi nasional, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada intervensi negara atau mekanisme pasar bebas semata.
Menurut Septiawan, Indonesia sudah memiliki identitas ekonominya sendiri, yaitu Ekonomi Pancasila. Di saat banyak ideologi ekonomi global yang berkembang—seperti kapitalisme dan sosialisme—nilai-nilai Pancasila justru menawarkan keseimbangan yang berfokus pada keadilan sosial dan gotong royong. Cangkrukan yang turut diinisiasi oleh lembaga keagamaan ini menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya soal angka, melainkan bagaimana ekonomi dapat memperkuat pelaku usaha kecil dan membuka partisipasi masyarakat secara luas.
Fokus BPC HIPMI Kabupaten Malang: Optimalisasi Sektor Agroniaga
Salah satu poin utama dalam penguatan UMKM di Kabupaten Malang adalah pemetaan potensi lokal. Septiawan menjelaskan bahwa HIPMI Kabupaten Malang saat ini memfokuskan upayanya pada pengembangan pelaku usaha di sektor agroniaga. Sektor ini dinilai sangat strategis dan memiliki potensi raksasa berkat dukungan sumber daya alam yang melimpah.
Beberapa keunggulan sektor agroniaga di Kabupaten Malang meliputi:
-
Kawasan Pertanian yang Luas: Membantu menopang ketahanan pangan lokal maupun nasional.
-
Sektor Peternakan yang Mumpuni: Menjadi salah satu penyedia komoditas hewani yang potensial.
-
Peluang Industri Turunan: Adanya kesempatan besar untuk mengembangkan industri yang berbasis pada pengolahan hasil peternakan dan pertanian.
Tantangan utama saat ini adalah menjembatani potensi agroniaga tersebut dengan akses pasar modern, pembiayaan yang inklusif, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Apabila sektor ini dimaksimalkan, HIPMI berkomitmen penuh untuk terus mendorong perkembangannya.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Pentingnya Pendataan UMKM (Data-Driven Policy)
HIPMI menyadari bahwa pengembangan ekosistem UMKM tidak akan bisa berjalan optimal jika hanya dilakukan oleh satu lembaga. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, organisasi pengusaha, lembaga keuangan, akademisi, dan komunitas masyarakat adalah kunci utama agar pendampingan bisa berjalan secara berkelanjutan.
Langkah paling nyata yang telah dilakukan BPC HIPMI Kabupaten Malang adalah melakukan kolaborasi berbasis pendataan. Untuk mewujudkan kebijakan yang tepat sasaran, HIPMI telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak, antara lain:
-
Badan Pusat Statistik (BPS): Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan penataan, pendataan, dan pemetaan potensi nyata dari UMKM yang ada di Kabupaten Malang.
-
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan KADIN: Sinergi dengan stakeholder besar untuk membuka akses pasar dan pemberdayaan pelaku usaha.
Menurut Septiawan, sejumlah nota kesepahaman (MoU) telah berhasil ditandatangani sebagai fondasi legal untuk mengaktifkan program-program organisasi. Melalui data yang akurat, pemerintah maupun HIPMI dapat memetakan sektor prioritas, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, dan menyalurkan program pemberdayaan dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi.
Mengajak Generasi Muda Terjun Menjadi Pahlawan Ekonomi Lokal
Selain menyoroti masalah regulasi dan pendataan, ada satu keresahan lain yang disampaikan oleh HIPMI Kabupaten Malang: minimnya keterlibatan anak muda di sektor UMKM. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dominasi pelaku usaha di Kabupaten Malang saat ini masih dipegang oleh kelompok usia senior.
Kondisi ini merupakan tantangan sekaligus peluang emas. Generasi muda sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses regenerasi wirausaha. Terdapat beberapa alasan mengapa partisipasi anak muda sangat penting bagi masa depan UMKM:
-
Adaptasi Teknologi Digital: Anak muda lebih cakap dalam mengadopsi sistem ekonomi digital dan e-commerce.
-
Pemasaran Media Sosial: Keahlian dalam digital marketing mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
-
Inovasi Produk Berkelanjutan: Ide-ide segar dari anak muda mampu mendongkrak daya saing produk lokal.
“Kami berharap ke depan pelaku UMKM terus tumbuh. Masyarakat juga perlu berpartisipasi dalam penguatan sektor UMKM… Karena itu, kita harus mendorong generasi muda agar lebih aktif berperan dalam perkembangan ekonomi melalui UMKM,” tegas Septiawan.
Kesimpulan
Forum “Cangkrukan Ekonomi Pancasila” membuktikan bahwa landasan idiil bangsa Indonesia masih sangat relevan sebagai pijakan dalam menyelesaikan persoalan ekonomi modern. Rangkaian dialog ini diharapkan oleh BPC HIPMI Kabupaten Malang sebagai titik awal lahirnya program-program kolaboratif yang inklusif. Dengan menyatukan kekuatan data, memperkuat sektor agroniaga, dan melibatkan generasi muda, UMKM di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, dapat tumbuh menjadi sektor usaha yang tangguh, berkeadilan, dan berdaya saing global.
