|

BULOG Salurkan 493 Ribu Ton Beras SPHP, Perkuat Stabilisasi Harga Pangan Nasional 2026

Spread the love
Dok : Data Bulog
Dok : Data BULOG

JAKARTA, folksnews.id — Wahyu: Perusahaan Umum (Perum) BULOG terus memperkuat langkah stabilisasi harga dan pasokan pangan nasional di tengah tekanan kenaikan harga beras yang melanda ratusan kabupaten/kota di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, badan pangan pelat merah ini mencatat realisasi pengadaan beras setara 3,45 juta ton, penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 493.842 ton, serta distribusi MinyaKita lebih dari 154 ribu kiloliter ke seluruh provinsi.

Data tersebut disampaikan dalam paparan resmi Perum BULOG bertajuk “Upaya Perum BULOG dalam Stabilisasi Harga Pangan”, yang merangkum kinerja pengadaan, persediaan, dan penyaluran komoditas strategis mulai dari beras, minyak goreng, hingga jagung sepanjang tahun 2026.

Pengadaan Beras Tembus 3,45 Juta Ton, Naik 22,3 Persen

Dari sisi pengadaan, BULOG mencatat total serapan gabah dan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepanjang 2026 mencapai 3,45 juta ton setara beras. Angka ini terdiri atas pengadaan skema Public Service Obligation (PSO) sebesar 3,39 juta ton atau 84,98 persen dari target tahunan 4 juta ton, ditambah beras komersial (KOM) sebanyak 53 ribu ton.

Dok : Data BULOG
Dok : Data BULOG

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pengadaan bulan Juli 2026 tumbuh 22,3 persen secara tahunan (year on year). Jawa Timur menjadi kontributor pengadaan terbesar dengan realisasi 910.343 ton setara beras, disusul Jawa Barat 581.155 ton dan Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat 526.362 ton.

Dari sisi persediaan, total stok yang dikuasai BULOG saat ini mencapai 5.230.742 ton, dengan rincian CBP sebesar 5.222.632 ton dan beras KOM 8.110 ton. Stok tersebut telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan siap didistribusikan, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Timur (1.398.368 ton), Jawa Barat (858.164 ton), dan Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat (856.116 ton).

Penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan Melampaui Target

Pada program SPHP, penyaluran beras hingga 19 Juli 2026 tercatat 493.842 ton atau 59,64 persen dari target tahunan sebesar 828 ribu ton. Kinerja bulanan menunjukkan tren positif, di mana realisasi SPHP pada April, Mei, dan Juni 2026 masing-masing melampaui target bulanan dengan capaian 109 persen, 104 persen, dan 111 persen. Sementara penyaluran bulan Juli terhadap target bulan berjalan telah mencapai 72 persen.

Selain SPHP, BULOG juga menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret 2026. Dari total pagu 664.888.160 kilogram beras dan 132.977.632 liter minyak goreng, realisasi penyaluran yang diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP) mencapai 662.886.780 kilogram beras dan 132.577.356 liter minyak goreng, atau setara 99,70 persen dari pagu.

128 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Beras, BULOG Gencarkan Rakor

Kenaikan harga beras di sejumlah daerah menjadi perhatian khusus BULOG. Pada 15 Juli 2026, perusahaan menggelar rapat koordinasi daring bersama seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Cabang yang membawahi 128 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras, untuk mengidentifikasi penyebab dan menetapkan langkah pengendalian.

Hasil koordinasi menunjukkan wilayah Aceh, Kabupaten Sumba Tengah (Nusa Tenggara Timur), dan Kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan) mengalami kenaikan harga akibat tingginya harga gabah, kenaikan harga beras premium, serta meningkatnya biaya distribusi. Sementara Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur masih menghadapi kendala akses logistik dan tingginya biaya angkut ke wilayah kepulauan dan daerah terpencil, sehingga harga beras di sejumlah titik berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebagai tindak lanjut, BULOG memperkuat empat langkah utama: memperketat monitoring harga gabah, beras, dan biaya distribusi; mengoptimalkan penyaluran SPHP dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah terdampak; memastikan kelancaran distribusi ke daerah kepulauan dan 3T; serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk dukungan pembiayaan distribusi melalui Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dan penyediaan gudang filial.

BULOG juga memperluas sinergi dengan Kepolisian RI melalui penyaluran beras SPHP pada kegiatan GPM maupun melalui outlet dan koperasi yang dikelola Polri, termasuk program inovatif seperti Warung Bhabinkamtibmas, Kios Pemantau/Penyeimbang, dan BULOG SIAGA (Aksi Amankan Harga) yang telah diterapkan di puluhan kabupaten/kota, mulai dari Madiun, Surabaya, dan Malang di Jawa Timur hingga Bengkulu, Palangkaraya, dan Tasikmalaya.

Distribusi MinyaKita Capai 154 Ribu Kiloliter, 29 Provinsi Sesuai HET

Untuk komoditas minyak goreng, realisasi distribusi MinyaKita sejak 1 Januari hingga 18 Juli 2026 mencapai 154.162 kiloliter, dengan 58 persen di antaranya disalurkan melalui Pasar Rakyat. BULOG mencatat, per 18 Juli 2026, harga MinyaKita di 29 provinsi telah sesuai atau berada di bawah HET dengan toleransi maksimal 2 persen, menandakan program stabilisasi berjalan efektif.

Meski demikian, masih terdapat sembilan provinsi yang mencatat harga di atas HET, terutama di wilayah Indonesia Timur dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) akibat kondisi geografis dan tingginya biaya distribusi dari produsen ke gudang BULOG hingga ke pasar. Sebagai strategi, BULOG akan fokus distribusi ke pasar, berkoordinasi dengan Pemda dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta menerapkan skema subsidi silang.

Kantor Wilayah Jawa Timur dan Sumatera Utara tercatat sebagai penyalur MinyaKita tertinggi, masing-masing 13.813 kiloliter dan 12.073 kiloliter.

Serapan Jagung Capai 217.847 Ton dari Target 1 Juta Ton

Di sektor jagung, BULOG mendapat penugasan serapan sebesar 1 juta ton sepanjang 2026. Hingga 19 Juli 2026, realisasi serapan tercatat 217.888 ton atau 37,66 persen dari target periode Januari-Juli. Kontribusi terbesar berasal dari Kantor Wilayah Jawa Timur dengan realisasi 51.037 ton, disusul Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat 62.012 ton dan Nusa Tenggara Barat 57.509 ton.

Dok : Data BULOG
Dok : Data BULOG

Pada sisi penyaluran, BULOG telah menyalurkan jagung kepada 5.543 peternak yang tergabung dalam 100 unit koperasi/asosiasi, dengan realisasi mencapai 84.273.200 kilogram dari total pagu 213.200.500 kilogram, atau setara 39,53 persen.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Perum BULOG menegaskan akan terus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah guna meningkatkan akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. BULOG juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain untuk memperluas pelaksanaan GPM, memastikan kelancaran distribusi, serta menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

(Wahyu/folksnews.id)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *