Bukan Cuma AS-China, India Rajut Poros “G Minus Dua” Bersama Indonesia dan Negara Indo-Pasifik Lain
Hampir semua kekuatan besar Asia, termasuk India dan tiga negara yang baru dikunjungi PM Narendra Modi pekan ini, memahami satu hal: dominasi Tiongkok di kawasan Asia dan Indo-Pasifik adalah kenyataan yang harus dikelola secara strategis, bukan sekadar ditolak atau dihindari.

FolksNews.id, Analisis Internasional — Terlepas dari dipakai atau tidaknya istilah “Indo-Pasifik” oleh Washington, Indonesia tetap menempati posisi sentral, baik secara geografis maupun geopolitik, dalam konsep kawasan tersebut. Letaknya yang berada tepat di pertemuan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik menjadikan Indonesia salah satu titik paling strategis di peta dunia.
Lawatan Perdana Menteri India Narendra Modi ke kawasan timur pekan ini — dimulai dari Indonesia, dilanjutkan ke Australia, lalu Selandia Baru — dibaca oleh sejumlah pengamat sebagai penegasan arah baru kebijakan Indo-Pasifik New Delhi. Pola pendekatan ini oleh kolumnis senior urusan internasional, C. Raja Mohan, disebut sebagai corak “G Minus Dua”, yakni strategi Asia yang tidak lagi bertumpu pada dua kekuatan besar semata.
Selama ini, gagasan semacam “kondominium” kekuasaan Amerika Serikat dan Tiongkok atas Asia kerap membuat kalangan pemikir strategi di India gelisah. Kegelisahan itu makin menguat setelah Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyinggung istilah “G2”, ditambah langkah pemerintahannya yang belakangan mulai menjauh dari penyebutan resmi “Indo-Pasifik” dalam kebijakan luar negeri Washington.
Merespons dinamika baru dalam hubungan Washington-Beijing tersebut, New Delhi memilih memperluas kerja sama dengan negara-negara Asia lainnya. Langkah ini disebut senada dengan cara sejumlah kekuatan Asia lain menyikapi pergeseran hubungan AS-Tiongkok. Pola yang tengah berkembang di kawasan ini — yang disebut Mohan sebagai “G Minus Two” — dinilai dapat menggeser arah perdebatan kebijakan Indo-Pasifik India, dari sekadar wacana normatif soal niat Amerika Serikat atau ambisi Tiongkok, menuju pertanyaan yang lebih konkret: apa yang sebenarnya bisa dibangun India bersama negara-negara Asia lainnya.
Sumber : Melansir dari C. Raja Mohan, The Indian Express.
