Awan Uji Krismanto, ST.,MT.,Ph.D, Rektor ITN Malang dan Visi Kampus 2035

Spread the love
Wawancara eksklusif Folksnews bersama Rektor ITN Awan Uji Krismanto, ST., MT.,Ph.D
Wawancara eksklusif Folksnews bersama Rektor ITN Awan Uji Krismanto, ST., MT.,Ph.D

MALANG — Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Awan Uji Krismanto  ST., MT., Ph.D, membawa visi besar untuk menjadikan kampus teknologi tersebut semakin dikenal di tingkat nasional hingga global. Di bawah kepemimpinannya, penguatan laboratorium, fasilitas pembelajaran, serta kemitraan dengan industri dan pemerintah daerah menjadi bagian dari strategi menuju target ITN Malang sebagai perguruan tinggi berkelas dunia pada 2035.

Arah tersebut tidak lahir secara tiba-tiba. Perjalanan Awan di dunia akademik berawal dari ruang kelas Teknik Elektro ITN Malang. Ia memulai karier sebagai dosen pada 2005 dan hingga kini telah menghabiskan lebih dari dua dekade untuk mengabdi di kampus tersebut.

“Jadi saya memulai karier di ITN sebagai dosen Teknik Elektro. Pada tahun 2005 sudah hampir 30 tahun, mungkin 21 tepatnya, kami mengabdi di ITN Malang,” ujar Awan dalam wawancara eksklusif bersama FolksNews pada Kamis Pagi (27/08/2026).

Perjalanan akademiknya kemudian membawa Awan keluar dari Malang untuk melanjutkan pendidikan dan memperluas pengalaman riset. Ia menyelesaikan pendidikan magister Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2010. Dalam periode tersebut, ia juga terlibat dalam kegiatan riset di Kumamoto University, Jepang.

Setelah menyelesaikan studi magister, Awan kembali ke ITN Malang pada 2010. Empat tahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kali ini, ia menempuh studi doktoral di The University of Queensland, Australia, hingga menyelesaikannya pada 2018.

Pengalaman akademik dan riset di beberapa institusi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Awan sebelum kembali mengembangkan keilmuannya di ITN Malang. Kini, pengalaman tersebut dibawa ke tingkat kelembagaan ketika ia dipercaya memimpin ITN Malang.

Awan terpilih sebagai Rektor ITN Malang untuk periode 2023–2027. Sebelum menjadi rektor, ia juga pernah dipercaya memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITN Malang.

Menjaga Karakter Kampus Teknologi

Memimpin perguruan tinggi teknologi yang telah berusia lebih dari lima dekade bukan pekerjaan sederhana. ITN Malang berawal dari Akademi Teknik Nasional (ATN) Malang yang berdiri pada 1969. Pada 1981, institusi tersebut dikembangkan menjadi ITN Malang dan kemudian memperoleh pengakuan melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1983.

Pada 2026, ITN Malang memasuki usia ke-57. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang institusi harus diikuti kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Awan, karakter sebagai kampus berbasis teknologi tetap menjadi fondasi yang harus dipertahankan. Namun, perkembangan teknologi juga menuntut kampus memperluas bidang yang digarap.

“ITN Malang sudah berusia hampir 60 tahun, lebih tepatnya 57 tahun. Kami memang merupakan institut teknologi yang berkomitmen untuk selalu menghasilkan lulusan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Perubahan tersebut juga terlihat dari upaya ITN Malang memperluas cakupan ke bidang bisnis digital. Langkah itu dilakukan agar karakter teknologi tidak berhenti pada pendidikan konvensional, tetapi berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Awan berharap ITN Malang tetap menjadi kampus yang terdepan dalam pengembangan teknologi dan inovasi.

Mengejar Reputasi Nasional hingga Global

Bagi Awan, target kepemimpinan tidak berhenti pada penguatan internal kampus. Ia ingin reputasi ITN Malang berkembang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

“Saya memiliki visi menciptakan sebuah universitas atau institut yang bereputasi, tentu saja reputasi nasional maupun skala global. Ini inline dengan visi ITN, di mana kami bercita-cita menjadi institusi berkelas dunia di tahun 2035,” ujarnya.

Visi tersebut juga tercantum dalam dokumen resmi ITN Malang. Kampus menargetkan diri menjadi perguruan tinggi berkelas dunia pada 2035 dengan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hijau berkelanjutan.

Karena itu, pembangunan reputasi tidak hanya diarahkan melalui promosi. Penguatan kualitas akademik dan riset menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Pada 2026, Awan juga menegaskan bahwa riset harus menjadi bagian utama kehidupan perguruan tinggi. Menurutnya, riset berkualitas dapat melahirkan teknologi tepat guna sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Memperkuat Laboratorium dan Kemitraan

Untuk mengejar target tersebut, Awan menempatkan penguatan fasilitas sebagai salah satu strategi utama. Laboratorium menjadi bagian yang terus didorong agar mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan berbasis praktik dan teknologi.

“Strateginya meng-upgrade laboratorium, fasilitas pembelajaran mahasiswa dan terus membangun ekosistem partnership dengan industri dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Kemitraan juga tidak hanya diarahkan kepada pihak industri. Awan ingin membangun hubungan sejak jenjang pendidikan menengah.

ITN Malang mulai memperluas pola kerja sama dari hilir ke hulu. Sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan menjadi bagian dari ekosistem yang ingin dibangun.

“Kami memperluas tidak hanya hilir tetapi dari hulunya. Artinya kami membangun kerja sama dengan SMA, SMK. Harapannya teman-teman SMA, SMK sudah mengenal bagaimana teknologi kami dan challenge di industri maupun dunia kerja,” kata Awan.

Pendekatan tersebut membuat kampus tidak hanya menunggu mahasiswa datang setelah lulus sekolah. Sebaliknya, pengenalan teknologi dan kebutuhan industri mulai dibangun sejak calon mahasiswa masih berada di jenjang pendidikan menengah.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memahami persoalan nyata yang berkembang di industri.

Dari Pengalaman Akademik ke Kepemimpinan

Perjalanan Awan menunjukkan bagaimana pengalaman sebagai dosen, peneliti, dan akademisi kemudian dibawa ke ruang kepemimpinan perguruan tinggi. Lebih dari dua dekade berada di lingkungan ITN Malang membuatnya memahami perubahan yang terjadi di dalam kampus sekaligus tantangan yang datang dari luar.

Kini, tantangannya adalah membawa institusi yang telah berusia 57 tahun untuk terus bergerak di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Target menjadi perguruan tinggi berkelas dunia pada 2035 masih menyisakan waktu. Namun, bagi Awan, pencapaian tersebut tidak dapat dilakukan melalui satu langkah.

Penguatan fasilitas, pengembangan riset, perluasan kemitraan, serta hubungan dengan industri dan sekolah menjadi rangkaian strategi yang saling berkaitan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *