Dari Desa Menuju Pasar Nasional: UMM Sulap Anyaman Mendong Wajak Naik Kelas Lewat Teknologi dan Digitalisasi

Spread the love

Penulis : Alik Maulidatin – folksnews.id

(dok. pribadi)

MALANG, folksnews – Desa Wajak di Kabupaten Malang menyimpan “harta karun” ekonomi yang luar biasa melalui produk kerajinan unggulannya: anyaman daun mendong kering. Selama ini, kerajinan tersebut telah menjadi salah satu pilar penopang perekonomian masyarakat desa setempat. Namun, seperti kebanyakan usaha di pedesaan, langkah mereka untuk merajai pasar yang lebih luas kerap terganjal masalah klasik.

Pihak Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Wajak Jaya Abadi mengungkapkan bahwa mereka selama ini masih kesulitan dalam menetapkan standarisasi kualitas produk. Tak hanya itu, strategi pemasaran yang dijalankan pun masih bertumpu pada cara-cara konvensional, membuat produk anyaman mendong ini sulit bersaing di era modern.

(dok. pribadi)

Melihat potensi yang tertahan ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir membawa angin segar melalui program Pengabdian BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kolaborasi strategis antara dosen dan mahasiswa ini resmi diluncurkan guna mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dan memperkuat daya saing produk di pasar nasional.

Sentuhan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Efisiensi Produksi

Tim pengabdian BIMA UMM, yang dikomandoi oleh Dr. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si., M.P., merumuskan solusi nyata melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Langkah awal perwujudan kolaborasi strategis ini ditandai dengan sosialisasi kepada pengurus dan anggota BUMDESMA Wajak Jaya Abadi pada 9 Juli 2026. Kegiatan ini turut dihadiri dan diapresiasi oleh Camat Wajak, yang mengimbau agar para mitra dapat memanfaatkan pendampingan ini secara maksimal.

Tidak sekadar teori, tim UMM melakukan aksi nyata dengan menyerahkan seperangkat bantuan sarana produksi kepada BUMDESMA Wajak Jaya Abadi pada 1 Agustus 2026. Bantuan alat ini dirancang khusus untuk mendongkrak efisiensi dan kualitas produksi, yang meliputi:

  • Mesin jahit cangklong

  • Mesin perata

  • Mesin press

  • Alat finishing khusus produk anyaman

Menurut Dr. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si., M.P., intervensi yang diberikan bersifat menyeluruh. Program ini mencakup pendampingan dari hulu ke hilir, mulai dari perbaikan teknik pengawetan bahan baku, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, hingga perbaikan sistem pencatatan keuangan sederhana.

Menggandeng Mahasiswa untuk Merajut Ekosistem Digital

Menyadari bahwa ketersediaan mesin dan kualitas bahan baku belum cukup tanpa penetrasi pasar yang cerdas, program ini mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan strategi pemasaran digital (branding). Di sinilah peran krusial para mahasiswa UMM dilibatkan.

(dok. pribadi)

Para mahasiswa terjun langsung untuk mendampingi pengelola BUMDESMA dalam melakukan transformasi digital yang komprehensif. Mereka membimbing para pengrajin desa untuk mulai mengoptimalkan media sosial dan platform pemasaran daring (online). Tujuannya sangat jelas: memperluas jaringan jangkauan pasar sekaligus meningkatkan margin penjualan secara signifikan.

Kegiatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat desa ini menjadi wujud nyata implementasi pengabdian masyarakat perguruan tinggi dalam memecahkan masalah langsung di lapangan. Melalui perpaduan antara mekanisasi produksi dan strategi digital, BUMDESMA Wajak Jaya Abadi diharapkan mampu tumbuh menjadi roda penggerak ekonomi daerah yang semakin berdaya dan mandiri.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *