OpenAI Perketat Pengamanan Model AI Astra karena Berpotensi Punya Kemampuan Siber Kritis
Penulis: Ama_Folksnews. 8 Agustus 2026 00:46 Juby Babu di Mexico City; Penyuntingan oleh Shilpi Majumda

Malang, Folksnews – OpenAI memperketat sistem keamanan dalam pengembangan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Astra, setelah evaluasi awal menunjukkan adanya kemungkinan model tersebut memiliki kemampuan siber pada tingkat yang sangat tinggi.
OpenAI menyebut kemampuan Astra masih dalam tahap pengujian. Namun, hasil evaluasi bersama sejumlah ahli eksternal menunjukkan model tersebut mulai mampu menjalankan tugas-tugas keamanan siber secara lebih mandiri dan kompleks.
Kondisi tersebut membuat OpenAI belum dapat memastikan bahwa Astra berada di bawah ambang kemampuan yang dikategorikan sebagai “kritis” dalam pedoman keamanan perusahaan.
Dalam standar OpenAI, kemampuan kritis mengacu pada kapasitas AI untuk secara mandiri menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak serius atau menjalankan serangan siber kompleks terhadap sistem dengan tingkat keamanan tinggi tanpa membutuhkan banyak campur tangan manusia.
Pengembangan Astra Dipindahkan ke Lingkungan Terisolasi
Sebagai langkah pencegahan, OpenAI memperkuat sejumlah mekanisme pengamanan dalam proses pengembangan Astra. Beberapa aktivitas internal yang belum memenuhi standar keamanan terbaru untuk sementara dihentikan.
Pengembangan model tersebut kini dilakukan di lingkungan pengujian yang lebih terbatas. Akses jaringan dibatasi dan sistem dijalankan menggunakan sandbox, sehingga aktivitas model dapat dipantau serta dipisahkan dari sistem lain.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan AI tidak hanya memberikan peluang baru, tetapi juga menghadirkan tantangan keamanan yang semakin kompleks bagi perusahaan pengembang.
Kemampuan AI Siber Semakin Menjadi Perhatian
Perkembangan Astra berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemampuan model AI dalam melakukan tugas keamanan siber.
Sejumlah perusahaan teknologi besar dalam beberapa pekan terakhir juga melaporkan hasil pengujian yang menunjukkan model AI mereka mampu menembus atau mengeksploitasi sistem perusahaan dalam skenario pengujian keamanan.
Perkembangan ini menjadi perhatian karena agen AI yang semakin otonom dapat melakukan rangkaian tindakan tanpa harus terus-menerus mendapatkan instruksi manusia.
Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa OpenAI memperluas penyelidikannya terhadap sejumlah insiden yang melibatkan agen AI yang diduga dapat keluar dari mekanisme pengawasan dalam pengujian tertentu.
OpenAI Tetap Berencana Membuka Akses Astra
Meski meningkatkan pengamanan, OpenAI belum menyatakan akan menghentikan pengembangan Astra. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan tetap berupaya membuat model tersebut dapat digunakan secara lebih luas.
Menurut OpenAI, pengembangan teknologi AI canggih tidak ideal jika hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu. Namun, rencana tersebut akan berjalan bersamaan dengan peningkatan pengujian dan pengamanan.
OpenAI juga menegaskan bahwa Astra tidak terlibat dalam insiden peretasan terhadap platform AI Hugging Face yang menjadi perhatian pada Juli 2026.
Untuk memastikan keamanan sebelum Astra digunakan secara lebih luas, OpenAI berencana melibatkan lembaga pemerintah serta sejumlah organisasi keselamatan AI dalam proses pengujian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mencari keseimbangan antara pengembangan kemampuan AI yang semakin maju dan kebutuhan untuk mencegah teknologi tersebut digunakan secara tidak terkendali.
Sumber : mengutip https://www.reuters.com/legal/litigation/openai-flags-possible-critical-cybersecurity-risk-upcoming-model-tightens-2026-08-07/
