Grand Parent Stock (GPS) adalah generasi “nenek” dasar unggas dalam rantai pembiakan komersial
Tim Redaksi – Folksnews.id
Grand Parent Stock (GPS) adalah generasi “nenek” dasar unggas dalam rantai pembiakan komersial. Sangat dihargai karena sifat genetiknya seperti produksi daging yang unggul, ketahanan terhadap penyakit, dan efisiensi pakan, unggas GPS dibiakkan secara selektif untuk hasil akhirnya ayam pedaging.

Grand Parent Stock (GPS) ayam pedaging memiliki peran strategis sebagai fondasi sistem produksi unggas modern, yang menghasilkan Parent Stock (PS), Â untuk diturunkan menjadi ayam broiler komersial. Keberhasilan pemeliharaan GPS sangat ditentukan oleh performa genetik strain yang digunakan, termasuk daya tahan hidup, efisiensi pertumbuhan, dan kapasitas reproduksi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik biologis dan performa produksi dari tiga strain GPS ayam pedaging komersial, yaitu Ross, Cobb, dan Hubbard.Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan observasional kuantitatif menggunakan data dari perusahaan peternakan nasional (PT. BDK) selama periode 2019 hingga 2022.
Data mencakup total populasi sebanyak 104.415 ekor ayam GPS. Variabel yang dianalisis meliputi tingkat mortalitas (deplesi), konsumsi pakan, bobot badan aktual, keseragaman (uniformity), produksi telur harian (% egg production), daya tetas (% hatchability), bobot telur, dan bobot tetas. Analisis statistik dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) satu arah. Jika terdapat berbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan.

Fase growing terdapat perbedaan (P<0,01) antar strain terhadap deplesi, konsumsi pakan, dan keseragaman bobot badan. Namun, Strain Cobb memiliki deplesi terendah (0,21%). dan keseragaman tertinggi (82,4%). Sedangkan, strain Hubbard menunjukkan konsumsi pakan tertinggi (88,06 g/ekor/minggu). Bobot badan antar strain tidak berbeda.
Fase laying terdapat perbedaan pada deplesi, konsumsi pakan, dan bobot badan. Namun, Strain Hubbard menunjukkan bobot badan (4720,99 g) dan konsumsi pakan tertinggi. sementara strain Ross memiliki deplesi terendah (0,406%). Namun, tidak terdapat perbedaan terhadap produksi telur, daya tetas, dan bobot telur antar strain.
Dari penelitian ini bahwa masing-masing strain memiliki keunggulan spesifik. Cobb unggul dalam keseragaman dan ketahanan hidup, Hubbard unggul dalam bobot badan dan bobot telur, serta Ross menunjukkan kestabilan daya tetas dan keseragaman telur. Pemilihan strain GPS sebaiknya disesuaikan dengan strategi produksi dan kapasitas manajemen pemeliharaan.
Sumber : Redaksi Folksnews.id
