BPBD Kabupaten Malang Salurkan 64,3 Ribu Liter Air Bersih

DIsusun Oleh: Vidyaningrum, AN–Follksnews
MALANG—BPBD Kabupaten Malang menyalurkan 64.300 liter air bersih pada Jumat (18/9/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk warga terdampak kekeringan. Pada waktu yang sama, BPBD tetap memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang.
Laporan Posko Komando BPBD Kabupaten Malang mencatat distribusi air menggunakan lima armada. Petugas melakukan 13 rit pengiriman. Penyaluran menyasar sejumlah wilayah yang masuk dalam penanganan kekeringan. Kecamatan Sumawe mendapat 20.000 liter untuk Desa Sitiarjo. Desa Kedungbanteng juga menerima 15.000 liter. Selain itu, Puskesmas Sitiarjo mendapat 5.000 liter air bersih.
Selanjutnya, petugas mengirim 11.400 liter ke Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, menerima 4.900 liter. BPBD mencatat total distribusi pada 18 September mencapai 64.300 liter. Jumlah tersebut menjadi bagian dari penanganan kekeringan sejak Agustus 2026.
Kekeringan Berdampak pada 9 Desa
Distribusi air bersih BPBD Kabupaten Malang untuk warga terdampak kekeringan
BPBD Kabupaten Malang mencatat dampak kekeringan pada sembilan desa. Wilayah tersebut tersebar di enam kecamatan. Kondisi itu berdampak terhadap sekitar 4.307 kepala keluarga atau 13.912 jiwa. Enam kecamatan tersebut meliputi Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Secara kumulatif, distribusi air bersih mencapai 2.199.950 liter. Angka tersebut dihitung sejak 8 Agustus hingga 18 September 2026.
Penanganan melibatkan sejumlah unsur. Mereka antara lain BPBD Kabupaten Malang, PMI, Damkar, PJT I Karangkates, dan Perumda Tirta Kanjuruhan. Perangkat desa dan Puskesmas Sitiarjo juga terlibat. Selain itu, terdapat dukungan dari unsur relawan dan pihak terkait lainnya.
Desa Sumberagung di Kecamatan Sumawe menerima total 320.000 liter. Sementara itu, Desa Sitiarjo mendapat 185.000 liter. Desa Kedungbanteng menerima 225.000 liter. Adapun Desa Karangkates mendapat distribusi paling besar dengan total 645.350 liter.
Karhutla Lereng Kawi Masih Dipantau
Penanganan kekeringan berjalan bersamaan dengan pemantauan karhutla. BPBD mengoperasikan posko selama 24 jam. Sistem kerja dibagi menjadi dua shift. Sistem tersebut berlaku selama masa tanggap darurat kekeringan dan karhutla 2026.
Petugas melakukan koordinasi untuk menutup Pos Lapang Karhutla Pujon Kidul. Pos tersebut berada di Kecamatan Pujon. Berikutnya, BPBD berkoordinasi untuk mengaktifkan Pos Lapang Karhutla Lereng Kawi. Lokasinya berada di Selorejo, Kecamatan Dau.
Petugas juga menangani karhutla Lereng Kawi melalui Pos Lapang Precet. Pos tersebut berada di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Pemantauan mencakup kawasan Puncak Batu Tulis dan Pitrang di Desa Precet. Kawasan Buthak juga masuk dalam pemantauan.
Petugas memantau kawasan Buthak melalui Pos Aju dan pengamatan dari Selorejo. Selain itu, petugas menangani kebakaran lahan tebu di Desa Glanggang.
Cuaca Kabupaten Malang Cerah
Laporan posko mencatat cuaca cerah pada Jumat malam hingga Sabtu (19/9/2026) pagi. Suhu berada pada kisaran 20–21 derajat Celsius. Kelembapan tercatat 80–83 persen. Sementara itu, kecepatan angin berada pada 1–1,7 kilometer per jam. Angin bergerak dari arah tenggara.
BPBD juga memantau kondisi 33 kecamatan. Monitoring dilakukan melalui radio komunikasi VHF dan UHF. Petugas juga menggunakan internet, SMS, WhatsApp, dan call center. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi wilayah.
Dengan sistem tersebut, BPBD menjalankan penanganan kekeringan dan karhutla secara bersamaan. Distribusi air tetap berjalan, sementara petugas memantau titik karhutla di sejumlah kawasan.
