Prestasi ITN Malang Makin Kuat, Rektor Soroti Kerja Sama dan Hilirisasi

MALANG — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus memperluas kontribusinya melalui kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah daerah. Penguatan kemitraan tersebut menjadi salah satu capaian penting ITN Malang dalam mengembangkan peran perguruan tinggi berbasis teknologi.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengatakan perkembangan kerja sama menjadi salah satu pencapaian yang terus didorong kampus. Kolaborasi tidak hanya dilakukan dengan perusahaan nasional dan multinasional, tetapi juga dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Hal itu disampaikan Awan dalam wawancara eksklusif bersama FolksNews di ITN Malang, Kamis (27/8/2026).
Menurut Awan, ITN Malang telah terlibat dalam sejumlah kegiatan yang mendukung kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam perencanaan pembangunan dan penataan ruang.
“Salah satu pencapaian kami, partnership dengan dunia industri dan pemerintah daerah berkembang dengan baik.”
Ia menjelaskan, kerja sama dengan pemerintah daerah telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. ITN Malang memberikan dukungan dalam berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk penyusunan perencanaan dan tata ruang.
Kerja Sama ITN Malang Menjangkau Berbagai Daerah
Perluasan kerja sama menjadi salah satu bentuk kontribusi ITN Malang di luar lingkungan akademik. Perguruan tinggi tersebut terlibat dalam pendampingan sejumlah pemerintah daerah untuk mendukung perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Rekam jejak tersebut terlihat dari berbagai kerja sama ITN Malang dengan pemerintah daerah. Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha ITN Malang mencatat sejumlah perjanjian aktif dengan pemerintah, termasuk kerja sama terkait pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga penataan ruang.
Di Kalimantan, misalnya, ITN Malang dipercaya mendampingi Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam pengembangan pembangunan berkelanjutan. Kampus juga terlibat dalam penyusunan kajian yang berkaitan dengan penataan wilayah.
Sementara di wilayah Papua Barat Daya, ITN Malang menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan wilayah dan peningkatan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut juga mencakup pendampingan dalam perencanaan tata ruang.
Kerja sama serupa juga berkembang di Nusa Tenggara Timur. ITN Malang mendapat kepercayaan untuk mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan dan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dengan demikian, kemitraan tersebut tidak berhenti pada hubungan kelembagaan. Keahlian akademik dan teknologi yang dimiliki kampus diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan di daerah.
ITN Malang Raih Tiga Penghargaan pada 2026

Penguatan kerja sama tersebut berjalan beriringan dengan capaian ITN Malang dalam bidang tata kelola dan hilirisasi penelitian.
Pada Anugerah Kampus Unggulan 2026 yang digelar LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, ITN Malang meraih tiga penghargaan. Capaian tersebut meliputi peringkat pertama perguruan tinggi penerima program hibah hilirisasi pendanaan terbanyak, peringkat kedua pengelolaan laporan kerja sama terbaik kategori institut, serta peringkat ketiga kualitas pelaporan terbaik kategori institut.
Bagi Awan, penghargaan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan institusi. Kerja sama dan hasil penelitian tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan akademik, tetapi juga diupayakan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“Di sisi industri, kami juga membangun partnership dengan perusahaan nasional dan multinasional.”
Menurutnya, hubungan dengan dunia industri menjadi penting karena perguruan tinggi teknologi harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan sektor usaha. Karena itu, kolaborasi diarahkan untuk membuka ruang pengembangan teknologi sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan dunia kerja.
PLTS ITN Malang Jadi Salah Satu Ikon Teknologi
Capaian lain yang memperkuat identitas ITN Malang sebagai kampus berbasis teknologi adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampus 2.
PLTS tersebut memiliki kapasitas 500 kilowatt peak (kWp) atau 0,5 megawatt peak (MWp). Sistem tersebut merupakan PLTS skala kampus terbesar di Pulau Jawa dan berada di posisi kedua secara nasional setelah Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan energi baru terbarukan di lingkungan kampus. Kehadiran PLTS juga membuka ruang pembelajaran dan pengembangan penelitian bagi mahasiswa serta dosen.
Bagi ITN Malang, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kampus untuk terus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi teknologi.
Ke depan, penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan industri akan tetap menjadi bagian dari strategi pengembangan institusi. Dengan dukungan penelitian, teknologi, dan sumber daya manusia, ITN Malang berupaya memperluas kontribusinya dari lingkungan kampus hingga kebutuhan pembangunan di berbagai daerah.
Capaian kerja sama, hilirisasi penelitian, dan pengembangan teknologi tersebut sekaligus menjadi modal ITN Malang untuk memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi teknologi yang memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
