Vokasi Penggerak Ekonomi, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Selaras dengan Industri

Spread the love

Penulis: Ama_Folksnews. Humas Kementrian Pendidikan Tinggi,Sains dan Teknologi

Dokumentasi (kemendiktisaintek), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. narasumber Talkshow PIONIR PERMADANI 2026 di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Yogyakarta, Folksnews – Pendidikan tinggi vokasi dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Pemerintah mendorong perguruan tinggi vokasi untuk semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menurut Stella, perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Kemampuan berpikir, bernalar, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pekerjaan.

“Yang paling penting yang kita punya, yang akan bisa menghadapi perubahan apa pun itu perubahannya, adalah kemampuan untuk bernalar, kemampuan untuk belajar, dan kemampuan untuk berpikir,” ujar Stella.

Serapan Lulusan Vokasi Relatif Tinggi

Stella menilai penguatan pendidikan vokasi penting bagi pembangunan ekonomi karena sistem tersebut memiliki orientasi kuat terhadap keterampilan praktis. Ia mencontohkan sejumlah negara dengan perekonomian maju yang ditopang oleh sistem pendidikan vokasi yang mampu menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Ia bahkan menegaskan bahwa vokasi memiliki peran penting dalam masa depan perekonomian Indonesia.

“Vokasi adalah masa depan Indonesia. Saya sungguh percaya bahwa melihat keadaan ekonomi saat ini, vokasi adalah kunci yang sangat penting untuk membangun ekonomi Indonesia,” katanya.

Berdasarkan Tracer Study Kemdiktisaintek, tingkat penyerapan lulusan pendidikan vokasi ke dunia kerja pada periode 2020–2024 berada di kisaran 77 persen. Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan lulusan pendidikan akademik yang berada di kisaran 72 persen.

Data tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pendidikan vokasi memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan kebutuhan pasar kerja.

Tiga Unsur Pendidikan Vokasi Harus Terhubung dengan Industri

Stella menyebut terdapat tiga unsur utama yang harus diperkuat, yakni industry match curriculum, industry match instructors, dan industry match infrastructures.

“Di vokasi harus terpenuhi tiga hal, yaitu industry match curriculum, industry match instructors, dan industry match infrastructures. Kurikulumnya, pengajarnya, hingga laboratoriumnya harus benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Perguruan Tinggi Dituntut Tidak Berjarak dengan Dunia Kerja

Karena itu, pendidikan vokasi dinilai perlu terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak. Kemdiktisaintek juga mengembangkan kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, serta mitra industri, termasuk dengan sejumlah mitra pendidikan di Tiongkok.

Kerja sama tersebut diarahkan pada berbagai program, seperti penyelarasan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, magang, pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri.

AI Mulai Diarahkan untuk Membantu Perencanaan Karier Mahasiswa

Transformasi digital juga menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan vokasi. Salah satu teknologi yang tengah didorong adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Stella menjelaskan, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai personalized learning coach yang membantu mahasiswa memahami kemampuan dirinya sekaligus menyusun arah pengembangan kompetensi.

“AI akan memetakan kemampuan yang dimiliki, tujuan karier yang ingin dicapai, lalu memberikan rekomendasi keterampilan, mata kuliah, maupun sertifikasi yang masih perlu dipelajari agar setiap mahasiswa siap memasuki dunia kerja,” tegasnya.

Magang Jadi Ruang Belajar Mengenal Industri

Pengalaman tersebut diharapkan membuat mahasiswa memiliki gambaran lebih nyata mengenai dunia profesional sebelum menyelesaikan pendidikan.

Penguatan pendidikan vokasi melalui kemitraan industri, pembelajaran berbasis kompetensi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan pengalaman kerja menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek mewujudkan Diktisaintek Berdampak.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri sehingga lulusan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber :mengutip https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/wamendiktisaintek-sampaikan-peran-pendidikan-tinggi-vokasi-sebagai-membangun-ekonomi-indonesia

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *