Protes Sebutan “Londo Ireng”, Wartawan se-Malang Raya Gelar Aksi Jalan Mundur Tuntut Presiden Minta Maaf
Reporter : Wahyu (Malang) – folksnews.id

MALANG, folksnews.id — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam aliansi wartawan se-Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (27/7). Aksi turun ke jalan ini diwarnai dengan aksi jalan mundur sebagai bentuk protes keras atas pernyataan Presiden yang menyamakan media dan jurnalis dengan penjajah atau asing lewat sebutan “Londo Ireng”.
Aksi Jalan Mundur sebagai Simbol Kemunduran Demokrasi
Aksi jalan mundur tersebut dilakukan sebagai simbol kekecewaan terhadap kemunduran demokrasi dan kebebasan berekspresi. Perwakilan aksi, Benni Indo, sangat menyayangkan hal tersebut dan menilainya sebagai perkataan emosional yang tidak dipikirkan terlebih dahulu oleh Presiden. Ia pun mengingatkan Kepala Negara untuk kembali melihat sejarah bangsa.
“Harapan saya Pak Prabowo baca lagi sejarah nasional, karena beberapa pahlawan nasional itu latar belakangnya jurnalis,” ujar Benni.
Tolak Intimidasi dan Ingatkan Pentingnya Keterbukaan Informasi
Benni menyadari bahwa intimidasi bisa memunculkan rasa takut pada manusia biasa, namun ia menekankan pentingnya berkolaborasi dan berkomitmen bersama untuk melawan ketakutan tersebut. Menurutnya, akses informasi sangat krusial karena masyarakat berkembang dari informasi, sehingga ketimpangan informasi sama fatalnya dengan ketimpangan listrik atau air.
Lebih lanjut, ia berharap aksi solidaritas jurnalis Malang Raya ini bisa menjadi peringatan tegas bagi pemangku kebijakan agar menjunjung tinggi Undang-Undang Pers.
“Saya berharap juga ini menjadi sebuah momentum bagi pemerintah supaya jangan lagi menakut-nakuti jurnalis atau teman-teman pekerja media,” tegas Benni.
Di akhir unjuk rasa, massa menyatakan akan terus mengawal isu ini dan memastikan negara tidak menghalang-halangi kebebasan pers serta pembangunan sumber daya manusia yang bertumpu pada keterbukaan informasi publik.
