Sego Muduk Cak To, Tersimpan Cita Rasa Khas Pesisir Lamongan Jawa Timur
Reporter : Alik Maulidatin (LAMONGAN) – folksnews.id
Sego Muduk, Kuliner Legendaris Viral asal Lamongan
LAMONGAN, Folksnews.id – Di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, terdapat sebuah kuliner khas dan autentik bernama Sego Muduk. Kuliner asli dari kawasan Sendang Duwur dan Sendang Agung ini belakangan melonjak drastis popularitasnya di algoritma media sosial.

Viral di Media Sosial, Warung Cak To Selalu Diserbu Pembeli
Efek viral tersebut sukses membuat Warung Sego Muduk Cak To selalu dipadati pembeli. Banyak pengunjung dari luar daerah rela menempuh perjalanan jauh dan mengantre panjang demi menikmati sepiring kuliner legendaris ini. Wangi aroma rempah khas Pantura yang berpadu dengan kepulan asap dari periuk nasi seolah menjadi penyambut yang menggugah selera. Daya tarik aroma dan cita rasa autentik inilah yang membuat banyak orang ketagihan dan tak keberatan menunggu lama.
Selain karena rasa, letak warung yang berada di atas tebing atau dataran tinggi juga menjadi nilai plus. Sambil menikmati hidangan, para pengunjung disuguhkan panorama alam yang asri, yang semakin menambah daya pikat.
Keunikan Rasa dan Ragam Lauk Sego Muduk
Berbeda dengan nasi kuning pada umumnya, Sego Muduk memiliki warna, rasa, dan karakter rempah yang jauh lebih tajam dan gurih. Ciri khas utama yang paling membedakannya adalah siraman sambal mudu khas berisi irisan bawang, cabai rawit, dan daun bawang, yang berpadu sempurna dengan tambahan mi.
Keistimewaan Sego Muduk Cak To juga terletak pada ragam pilihan lauknya yang didominasi oleh kekayaan hasil laut kawasan Pantura. “Harganya tergantung lauk yang dipilih. Pilihan lauknya sangat beragam, di antaranya ada cumi, babat, ayam, aneka jeroan, usus, kerang, ikan pindang, oseng tempe, telur dadar, telur puyuh, telur asin, telur asap, ikan gereh teri, hingga aneka gorengan,” kata Dona, anak dari Cak To, saat berbincang dengan Folksnews.id, Rabu (08/07/2026).

Bertahan Sejak 2007, Kini Merambah Usaha Lain
Dona mengaku bahwa usaha yang dirintis oleh ayahnya ini sudah berjalan sejak tahun 2007. Berkat konsistensinya, bisnis kuliner ini terbukti mampu bertahan dan tetap eksis hingga kini. Saat kondisi ramai, terutama pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, warung ini bahkan mampu menjual rata-rata sekitar 500 porsi per hari.
Keberhasilan tersebut tidak membuat keluarga Cak To berpuas diri. Selain mempertahankan keaslian menu utama Sego Muduk, mereka juga melebarkan sayap usaha dengan membuka warung kopi serta menyediakan makanan viral lainnya seperti warmindo, es krim, dan berbagai macam minuman rasa untuk memanjakan pelanggan.
Kini, Sego Muduk telah menjelma sebagai salah satu kuliner legendaris khas Pantura Lamongan yang bisa dijumpai di beberapa warung daerah Sendang Duwur maupun Sendang Agung. Harganya yang terjangkau dan statusnya sebagai makanan khas membuat hidangan ini selalu dicari dan dirindukan oleh para pencinta kuliner.
Reporter: Alik Maulidati (Lamongan) – Folksnews.id
